kata-kata yang mengandung bibit penyakit

miscellaneous_434Penyakit kangker adalah salah satu penyakit yang mengerikan, penyakit satu ini bisa mengerogoti setahap demi setahap bagian tubuh penderita. Penyakit lain yang tak kalah mengerikan adalah penyakit kencing manis (diabetes mellitus) Penderita penyakit ini akan mengalami kasus hamper sama dengan penyakit kangker. Mulai tidak berfungsinya organ-organ tubuh. Subahannallah …. Maha Suci Allah Yang Maha Pencipta, semoga kita dan keluarga kita diselamatkan oleh-Nya dari penyakit-penyakit yang mengerikan. Amiin.

Sahabat Lentera Zaman, contoh di atas adalah contoh penyakit yang menyerang fisik kita. Penyakit tersebut tentunya tidak langsung ada, pastinya ada penyebab atau bibit penyakit yang menyebabkan hal tersebut terjadi.

Di zaman yang semakin modern dan alat-alat kedokteran semakin canggih, ternyata berbagai penyakit juga muncul seolah-olah bersaing dengan kecanggihan alat-alat kedokteran. Posting kali ini kami ingin mengajak sahabat untuk membahas kata-kata yang mengandung bibit penyakit. (Emangnya ada?)

Sahabat, kata-kata yang mengandung penyakit ini juga bisa mengakibatkan penyakit serius pada penderitanya. Bukan hanya fisik yang akan sakit, namun kejiwaan juga akan dia alamai. Bahkan jika pada kondisi akut, maka sang penderita juga akan mengalami kesengsaraan hidup di dunia apa lagi akhirat. (wah kok tambah serem gini yach)

Di zaman yang kata orang “zaman melinium” ini sudah banyak orang lupa dengan tujuan hidup ini. Semua sudah menghitungnya dengan nilai uang dan kepuasan pribadi saja. Etika dan agama sudah banyak ditinggalkan oleh sebagian besar penduduk bumi ini. Kebaikan-kebaikan sudah mulai pudar ditelan kesibukan mereka bekerja untuk mengejar nominal.

Dengan perubahan ini, akhirnya timbul kebiasaan untuk mengajak orang lain mengikuti pemahaman baru yang jauh dari norma, etika, dan agama. Yang barang tentu senjata utamanya adala KATA-KATA YANG BISA MEMPENGARUHI ORANG LAIN.

Berikut ini beberapa fakta di lapangan yang sering kita jumpai :

Ketika ada sahabat yang rajin belajar maka banyak teman yang menggoda dengan “kutu buku loe … “

Sahabat yang berpakaian rapi dan menutup aurot, kata-kata yang sering muncul “wah ndeso kamu, pakai baju kayak gitu … “

Ketika ada sahabat yang rajin ke tempat ibadah maka kata-kata yang muncul “ngak gaul, udah kayak orang tua kerjaanya ke masjid …”

Sahabat yang ingin mengingatkan kebaikan ke orang lain maka kata-kata yang diberikan “Sok suci ….. “

…………………………… tentunya masih banyak kata-kata lain semisal di atas dan kami yakin Anda lebih tau.

Tahukah sahabat pengaruh kata-kata tersebut?

Mungkin bagi orang yang sudah MATANG dalam EQ dan SQnya kata-kata itu tidak berpengaruh. Namun bagi sahabat yang masih MUDA atau BARU belajara berbuat baik, maka kata-kata itu merupakan tamparan bagi mereka. Jika mereka tidak kuat, maka mereka akan kembali ke kebisaan buruk yang selama ini mereka lakukan.

Di lain sisi jika seseorang mengucapkan kata-kata itu, sebenarnya hal ini sebagai gambaran kekerdilan jiwa orang tersebut. Tidak suka jika ada orang lain ingin berbuat kebaikan, atau merasa iri dengan orang lain yang mulai belajar jadi baik. Perbuatan ini juga menunjukkan bahwa sebenarnya orang yang mengatkan kata-kata ini memiliki sifat yang tidak baik.

JADI bagai mana cara menanggapi?

Ø  Tidak perlu terlalu sering bertemu dengan teman yang sering berkata-kata kotor atau mematikan semangat dengan mengluarkan kata berpenyakit (masih banyak teman lain yang lebih baik)

Ø  Tidak usah dimasukkan hati kata-katanya, karena perlu sahabat tahu orang yang suka berkata-kata seperti itu jiwanya labil dan cenderung kekanak-kanakan (kurang dewasa), jadi cuikin saja

Ø  Alasan yang paling membuat kita yakin dan tak perlu mengikuti kata-katanya adalah dapat dipastikan teman yang suka mengeluarkan kata-kata berpenyakit mereka tidak berilmu. Sehingga mereka sudah terjerumus ke kegiatan yang kurang baik.

PELAJARAN BERHARGA

Sebagai sahabat yang baik sudah barang tentu tak pantas mengatakan kata-kata berpenyakit ke sahabat kita. Jadi mulai sekarang kita belajar bersama untuk TIDAK BERKATA KOTOR atau MENGELUARKAN KATA-KATA BERPENYAKIT. Semoga kita lebih baik ….

  1. #1 by evakasih on 16 2013, 2013 - 13:12

    aset yang paling berharga dalam diri kita adalah karakter kita

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: