Saat Cilok Dilihat Sebelah Mata

Saat Cilok Dilihat Sebelah Mata

 Yap …. Ketika mendengar kata “cilok” segera terbesit dalam fikiran kita dua hal “cilok” kata kerja yang artinya cinta lokasi atau “cilok” makanan ringan. Heeee  … heeee … di sini kita hanya bahas makanan sob, bukan cintrong eh cilok yang mendebarkan itu. Cilok merupakan makanan ringan yang sering sebagian besar orang bilang makanan cenderung apa adanya, tidak sehat, dan kebanyakan dijual oleh pedagang kaki lima yang kelihatan “kumuh”.

Sejarah cilok secara jelas belum diketahui asalnya, sejak SD dulu sekitar tahun 80 kami sudah sering beli cilok dengan harga Rp100,00. Saat itu cilok yang aku suka adalah cilok tahu plus daging. Jika sahabat tahu kapan pertama cilok dibuat, bisa beri info kami ya?!

Apakah hal itu benar? Ya, ada benarnya juga. Jika diamati memang sebagian besar penjual cilok terutama yang biasa mengguakan rombong “pedagang kaki lima” kurang begitu baik dalam menjaga kebersihan rombong dan makanannya. Selain itu bahan-bahan makanan yang mereka gunakan pastinya kurang berkualitas jika ditinjau gizi. Hal ini dikarenakan kebanyakan harga cilok murah. Sehingga mereka mencari bahan dengan ongkos produksi yang sesuai harga jual. Belum lagi saos, kecap, dan adanya MSG di bahan-bahan mereka. Jika kita menurut saja ramuan mereka , ya bisa-bisa tidak sehat bagi tubuh kita dikemudian hari.

Apakah kita boleh makan cilok? Ya boleh dong. Cilok tidak harus belikan? Jika takut dengan bahan yang ada pada pedagang cilok, kita bisa membuat sendiri, sekali lagi kita bisa membuat sendiri dengan bahan yang lebih higienis.

Kita tidak perlu melihat cilok dengan sebelah mata. Sahabat perlu tahu bahwa di daerah kami (Lumajang) banyak warung-warung yang menyediakan berbagai macam model dan rasa cilok. Hampir tiap hari penuh dengan pengunjung, terutama anak usia sekolah.

Untuk membuat sendiri berikut ini resep yang mungkin sesuai dengan lindah Anda :

 BAHAN-BAHAN

  • Tepung trigu 300g
  • Tepung kanji 250g
  • Bawang putih 4 siung
  • Mrica 7 butir
  • Garam ½ sdm
  • Telur puyuh, daging ayam, daging sapi, saos sambal alami

CARA MEMBUAT CILOK

Campurkan bumbu dengan tepung, beri air, uleni hingga kalis. Bentuk bulat-bulat (betuk selerea Anda). Isi tengahnya dengan bawang goreng, telur puyuh, daging, keju, dll. Masukkan ke dalam air yang mendidih. Angkat dan tiriskan setelah cilok terapung. Cilok siap disajikan dengan kecap, saos, dan sambal.

 

CARA MEMBUAT SAOS SAMBAL ALAMI

Tomat, bawang putih, cabe (haluskan). Bawang merah tumbuk kasar. Garam sedikit. Kecap. Tepung trigu beri air secukupnya hingga kental.

Cara Membuat : Tumis bahan sampai harum. Masukkan air sedikit. Beri garam dan kecap. Tambahkan larutan trigu sampe saos agak kental, saos siap dijadikan pelengkap.

 Cilok bisa kita modifikasi kandungan gizinya dengan merubah isi dari cilok. Sahabat, bisa mengembangkan sendiri model-model cilok yang baru, rasa baru, dan yang pasti kebersihan lebih ditekankan. Jika di daerah Anda belum ada warung lesehan cilok, silahkan dicoba. Tambah bagus ditambah dengan jual es juice. Wah … bakalan banyak yang berdatangan looo …. Selamat Berkarya.

Narasi dan editor : M. Subkari

Resep dan Praktik : Hikmah Sakinah

gambar : koleksi pribadi dan di ambil dari  http://www.metamorfosis-mobile.blogspot.com,  www. nisamufti.multiply.com, dan http://www.sekedarkabar.blogspot.com

 Kami Tunggu Kehadiran Anda Selanjutnya”

Recent Posts :

,

  1. #1 by SITI FATIMAH AHMAD on 8 2012, 2012 - 14:31

    Assalaamu’alaikum wr.wb, mas Bchree…

    Subhanallah, sangat lama tidak bersilaturahmi antara kita ya.
    Mampir aja dihidang dengan Cilok Lumajang, hasil gabungan mantab mas Bhree dan mbak Hikmah. Saya yakin pasti enak dan ini membuat saya lapar terus apabila melihat foto ciloknya.

    Ingin sekali mencoba resep ini, tapi tidak faham apa bahan-bahan di atas dalam bahasa Melayunya. Ahh.. tidak apa-apa, cukuplah saya merenung dan menggambarkan keenakan cilok dari tulisan mas Bhcree.😀

    Salam mesra dari Sarikei, Sarawak.😀

    • #2 by lenter zaman on 12 2012, 2012 - 08:56

      heeee …. main ke lumajang bunda, entar kami buatkan heeee …..🙂
      salam hormat🙂

  2. #3 by Manik Sundayana on 18 2012, 2012 - 21:01

    Misalnya tentang ketupat, saya tidak berani memastikan bahwa itu kuliner asli Indonesia. Tapi kalau cilok, dijamin asli 100% kuliner Indonesia.

    Tahun 1976, dari daerah Pagarsih tepatnya Gang Onong, cilok mula-mula berasal. Tapi seperti biasa selalu anonim, karena sang kreator tidak berpikir soal hak paten. Ia hanya berpikir bagaimana bisa makan hari.

    Ya, cilok yang akhirnya populer, bukan berasal dari daerah elit penuh glamour, tapi dari daerah kumuh penuh kesulitan hidup. Maka untuk pribadi saya, mestinya “urang Sunda” menyertakan juga penganan ini untuk Iedul Fitri. Dibanding opor ketupat yang selalu jadi sumber kolesterol.

    • #4 by bchree on 23 2012, 2012 - 14:03

      terima kasih ilmunya …..🙂

  3. #5 by Suporahardjo on 16 2012, 2012 - 06:54

    Ass pak…salam kenal…kami ingin melakukan pelatihan makanan sehat unt pedagang kecil di awal desember 2012 ini…kami ingin belajar dari bapak…jika tidak keberatan kami minta email/HP bapak. kami dari desa Ledokombo jember. HP 08121033998, email tanokerledokombo@yahoo.co.id ..wass Suporahardjo

  4. #7 by Gwan aydrus on 26 2012, 2012 - 18:09

    jangankan anak sekolah, mahasiswa juga doyan lho *buat ngganjel perut* :p

    minta komentarnya, dlm perspektif seorang guru –> http://gwan-aydrus.blogspot.com/2012/10/mentoring-alternatif-cegah-kekerasan.html

    terima kasih🙂

    • #8 by lentera zaman on 28 2012, 2012 - 13:39

      terima kasih, siap berkunjung ….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: