Sholat Berjama’ah Ditampar

Sholat Berjama’ah Ditampar

Marhaban Ya Ramahdan …. 1433 H. Lentera Zaman selama ramadhan akan menyajikan cerita ANTIK (Asik, Nikmat, dan menggeliTIK) dari kejadian-kejadian selama Ramdhan. Namun di balik itu terkandung sarat makna untuk kita Ambil sebagai cermin lebih baik bagi diri kita.

Panggil saja namanya Rosyd, sahabat saya sejak tahun 2004. Lama tidak jumpa dengan beliau akhirnya kodarullah kami diberi kesempatan bertemu kembali.

Di salah satu perbincangan kami Dia bercerita suatau saat sholat berjamaah di masjid desanya. Anda pastinya tahu bagai mana kalau sholat di Masjid yang ada di Desa. Terutama shof para jama’anya.

Karena Mas Rosyd ingin menjalankan sunah merapatkan shof, bergegas ia berdiri di samping jama’ah yang lain sambil menempelkan kakinya di kaki jama’ah sebelahnya. Ternyata, berlahan jama’ah di sampingnya merengangkan kakinya dari kaki mas Rosyd. Mas Rosyd bergeser merapatkan lagi. Jama’ah itu tak menyerah, dia mengeserkan kakinya. Mas Rosyd tetap bersikukuh menempelkan kakinya. Eh ternyata Pak Tua di sampingnya melancarkan telapak tanganya ke pipi Mas Rosyd “plaaaakkkk”. Serangan yang mengejutkan tak mampu dibendung akhirnya telapak tangan itu menempel di pipi sebelah kanannya. Pak Tua sambil berwajah marah berkata “Aku ikin wes tuek, ndak katene guyon lek sembayang” (saya ini sudah tua tidak akan bergurau kalau sedang sholat).

AKhirnya Mas Rosyd sholat dengan seribu pertanyaan …..  ????

HIKMAH

Begitulah Umat Islam, banyak yang tidak tahu sunah sholat berjamaah dalam merapatkan shof. Banyak di masjid dan musholah saat sholat berjamaah, kaki mereka tidak merapat ke kaki teman lainnya. Akhirnya dalam kehidupan sehari kitapun terkadang terpecah-belah antar umat Islam. JADI YUK RAPATKAN SHAF SAAT SHOLAT BERJAMA’AH (kaki dan lengan atas menempel jama’ah di sebelah kita)

Untuk Mas Rosyd terima kasih ceritanya ……. Semoga perjuangannya dapat PAHALA yang BANYAAAAK. Tempelenganya MANTHABBB ………. Heeeeeeeeeeeeeee

 “Kami Tunggu Kehadiran Anda Selanjutnya”

Recent Posts :

, , ,

  1. #1 by Farhan on 26 2012, 2012 - 15:47

    ceritanya cukup membuat saya tertarik untuk berkomentar. Memang yang saya tahu sih bukan kaki yang dirapatkan. Dengan menjauhkan jarang kaki kiri dan kaki kanan justru jarak antara makmum menjadi berjauhan karena jarak kaki sangat variabel tergantung selera. yang tepat untuk menjadi acuan dalam merapatkan shaf adalah bahu dan ini menurut yang saya tahu lebih sesuai dengan anjuran nabi. Jadi buat yang suka melakukan seperti contoh di atas silahkan pikirkan kembali. Semoga berkenan.

  2. #3 by SITI FATIMAH AHMAD on 1 2012, 2012 - 14:31

    Assalaamu’alaikum wr.wb, mas Bchree…

    Sebelum itu, diucapkan selamat berpuasa dan semoga ibadah sepanjang bulan puasa ini diterima Allah. rezeki semakin bertambah dan diredhai-NYA.

    Hehehe…. lucu ya kisah mas Rosyd di atas akibat dari ingin membangunkan sunnah.
    Ini menunjukkan bahawa masih ramai umat Islam yang kurang mengetahui kedudukan merapatkan saf dalam solat iaitu merapatkan bahu dan merapatkan mata kaki tegak ke arah hadapan.

    Terima kasih mas, membuat saya tersenyum di tengah kekeringan puasa ini.
    Semoga puasa kita diberkahi Allah swt.

    Salam Ramadhan yang mulia.😀

    • #4 by letera zaman on 27 2012, 2012 - 00:53

      bunda kalau punya cerita kirim ke sini dong.trims

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: