Nasib Mu, Oh Burung

Nasib Mu, Oh Burung

Masih dalam suasana liburan semester ganjil. Pagi tadi aku bersama keluarga pergi ke pasar kecil di bagian selatan kota kecil ini. Sudah menjadi budaya kami, belanja untuk dapur. Sambil nunggu istri belanja, saya dan Uqbah menunggu  di pojok pasar. Berselang tak lama kemudian tiba-tiba Uqbah teriak-teriak menunjuk salah satu arah di bagian hiruk-pikuk pasar.

Segerombolan burung tertata di dalam sangkar yang terbuat dari kawat dengan ukuran amat kecil. Jangankan untuk terbang, membuka sayap saja mereka tidak bisa. Penyiksaan tidak cukup sampai di situ, bulu burungpun dicat memakai pewarna kain agar kelihat menarik. Hanya dengan harga Rp1.000,00 burung siap untuk dibeli. Bahkan jika bayar lima ribu anda bisa membawa 6 burung. sebagian yang lain terpenjara di dalam sangkar yang tak layak untuk mereka huni. Terlihat juga ada beberapa burung yang kelihatan sakit, ada juga mata sebelahnya sudah tidak berfungsi karena terbentur sangkar yang amat kecil dan terbuat dari besi. Sungguh malang benar nasib mu burung.

Saudara ku, ingatlah 20 sampai 30 tahun yang lalu. Burung-burung kita bersiul tiap pagi di belakang dan di sekitar rumah, merdu sekali. Berbagai jenis burung sering kita jumpai, indah dipandang. Namun …. dengan keserakahkan manusia akhirnya burung-burung itu punah. Hanya dengan beberapa rupiah saja kita rela menghabisi satu persatu berbagi jenis burung tersebut. Hanya biar kelihatan keren petantang-pententeng membawa senapan angin kesana-kemari nembaki burung dan berbagai satwa lain. Hanya karena sesuap nasi kita rela menghabisi burung-burung.

Andai burung-burung itu seperti burung ABABIL yang membawa tanah liat panas seperti diceritakan Allah pada Al-Qur’an surat Al-Fil, mungkin mereka akan membalas pada manusia-manusia serakah ini. Dan ingatlah saat pasukan gajah seperti daun yang dimakan ulat.

Saudarakau,  mari lindungi burung …. Biar anak cucu kita juga tahu indah  dan merdunyanya kicau burung-burung. Bencilah orang-orang yang suka memburu satwa. Saatnya kita melingungi Satwa kita.

Kami Tunggu Kehadiran Anda Selanjutnya”

Recent Posts :

, , , ,

  1. #1 by Ely Meyer on 23 2012, 2012 - 14:02

    di sini masih bisa kulihat ribuan burung terbang bebas … aneka rupa, juga di halaman rumah
    nggak tega lihat burung di sangkar itu, kayaknya dicat ya bulunya ?
    kalau di sini sih itu sudah termasuk penyiksaan burung

  2. #2 by SITI FATIMAH AHMAD on 7 2012, 2012 - 16:48

    Assalaamu’alaikum wr.wb, mas Bchree…

    Andai sahaja sang penjual itu dimasuk ke kandang burung, tentu sekali mereka bisa merasai siksaan kumpulan burung tersebut. Aahh… siapa yach yang berani berbuat demikian…hehehe. Biar dirasai sama macam burung.😀

    Sungguh sedih ya melihat haiwan yang dulunya terbang bebas kini terkurung dengan lelah merindui kebebasan dirinya.

    Saya biasa membeli burung di pasar untuk dilepaskan kemudiannya. Itu sahaja cara untuk kita bisa memerdekakan mereka.

    Salam mesra di penghujung pekan.

    • #3 by ayomendidik on 8 2012, 2012 - 05:33

      bener bun, ingat zaman budak ya …. heeeee

  3. #4 by Saipuddin on 7 2012, 2012 - 01:56

    iya mas, burung yang dimasukkan dalam sangkar hanya akan menyengsarakan burung tersebut. Seperti kita, burung juga ingin adanya hidup bebas.😀

    • #5 by ayomendidik on 8 2012, 2012 - 05:32

      bener banget mas …. wah lama tak jumpe nieh .,, heeee….

  4. #7 by fahrinasr on 3 2012, 2012 - 12:00

    5000 dapat 6? Ayo kita buat gerakan beli burung 5000, trus kita lepaskan mereka ke alam bebas.. ! #gerem

    • #8 by bchree on 6 2012, 2012 - 22:05

      ayuuuuuuuuuuuuuuk ………..

  5. #9 by muslimshares on 3 2012, 2012 - 05:59

    nice blog gan
    kalo berkenan mampir ke blog ane yuk sekalian tukeran link.

    salam,
    muslimshares
    http://muslimshares.wordpress.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: