Sudah DEWASAkah Saya?

Sudah DEWASAkah Saya?

Yab …. Sahabat kali ini kita akan sedikit menyetuh diri kita masing-masing. Apanya yang disentuh?, terserah sahabat deh …. heeeee ….🙂 :)  Tapi tulisan ini  akan menyetuh pola fikir dan sikap kita terhadap diri sendiri dan orang lain. Pola fikir sudah dewasakah saya?

Jika kita amati di sekitar kita, ada sahabat yang usianya muda tapi pola fikir dan sikapnya sudah dewasa. Adapula yang usianya sudah hampir habis tapi tingkah polanya masih seperti remaja atau tambah parah masih seperti anak-anak. Heeee 😀 …. Jadi mikir nih saya tergolong yang mana ya ……😉

Beberapa hal yang bisa kita jadikan ukuran tentang diri kita adalah :

Emosi

Kadang bisa diidentikan emosi dengan amarah. Kurang bisanya mengotrol emosi bukti bahwa kita belum begitu dewasa. Semakin ahli menahan emosi, berarti semakin dewaslah seseorang.

Pakaian

Eh ada bedanya lo antara orang dewasa dengan anak-anak (remaja). Kalau kita udah dewasa. Cara berpaikan pasti tidak seronok, tidak buka aurot, dan memilih pakaian tidak terlalu berwana nyorak. Yang jelas tidak punya perasaan ingin pamer dengan busana yang baru, mahal, unik, dan “wah-wah” yang lain.😳

Bicara

Orang yang dewasa selalu tahu kapan dia bicara dan kapan harus diam. Kalau masih suka “ngomong” apalagi tentang hal-hal yang tidak bermutu, mengunjing, menghina, dan kata-kata jorok yang lain. itu tandanya masih belum dewasa😳 .

Besar Hati

Mau menerima kebenaran dari mana saja. Tidak memandang siapa yang menyampaikan. Orang belum dewasa kadang masih melihat dulu siapa yang bicara. Jika itu temannya, gologannya, orang yang udah terkenal, atau berpangkat  dia akan gampang menerima. Tapi jika yang menyampaikan orang yang tidak sepaham dengan dia, atau usianya dan pangkat di bawahnya maka akan ditolak.😥

Selalu Ingin Senang-senag

Siapa sih yang tidak suka senang-senang? Semua orang pasti suka. Tapi orang dewasa selalu bisa memilih. Pantas tidak kesenangan ini dilakukan? Dia kan selalu mencocokkan dengan kondisi dan profesinya. Misalkan seorang dokter, dia pasti tidak akan merokok di lingkungan rumah sakit karena itu bukan menandakan dokter yang dewasa dalam profesinya. Misalkan seorang guru, bertingkah laku tidak sopan di depan siswa-siswinya secara langsung atau lewat media, karena dikawatairkan ditiru anak didiknya.

Hai Sahabat …. jangan tegang gitu dong ….. heeeeee😀😀 ….. santai aja. Tulisan ini sekedar mengingatkan diri saya sendiri loe,  biar lebih hati-hati. Sahabat punya unek-unek lain tentang menilai diri sendiri sudah dewasa atau masih anak-anak (remaja)?. Berbagi di sini ya …..! trims 😥 :oops:  😀😉

Selamat Mejalankan detik-detik akhir Ramadhan, Semoga Lebih Baik yach …

Recent Posts :

, , ,

  1. #1 by yotiz on 18 2011, 2011 - 08:54

    salam kenal sebelumnya.
    Nice inpoh Pak…
    Jadi bisa instropeksi lebih dalam lagi.

    btw gambarnya ngena banget…🙂

    • #2 by ayomendidik on 18 2011, 2011 - 22:34

      heee …. kenal juga
      kena apanya yach?😀

  2. #3 by 16 September on 15 2011, 2011 - 22:04

    Bersekolah untuk menjadi dewasa dan dewasa …

    Memalukan sebenarnya terus menerus menjelma …

    • #4 by ayomendidik on 18 2011, 2011 - 22:32

      🙂 😉
      bersekolah untuk dapat sertifikasi bagi guru heeee ….

  3. #5 by aydachubby on 13 2011, 2011 - 15:42

    ehmmm jadi mikir “saya jg udah dewasa blm yaa” hehehe

    • #6 by ayomendidik on 16 2011, 2011 - 20:14

      heeee ….🙄
      jadi mikir juga nih ….🙂

  4. #7 by ~Amela~ on 5 2011, 2011 - 08:47

    Wah,, jadi malu.. jelas-jelas saya belum dewasa,,.
    masih labil dan suka galau

  5. #9 by saipuddin on 29 2011, 2011 - 08:32

    semoga kita menjadi pribadi yg lebih dewasa.😀

    Selamat Menyambut Idul Fitri mas, mohon maaf lhr & btn.
    Saipuddin sekeluarga

    • #10 by ayomendidik on 30 2011, 2011 - 07:30

      amiin😉
      sama-sama mas saipuddin, mohon maaf lahir dan batin
      salam buat keluarga di sana

  6. #11 by bintangzohra on 29 2011, 2011 - 06:29

    kalau boleh saya mahu jadi kanak-kanak aje, tapi tak boleh kannn… hehe

    Di hari yang mulia ini saya ingin mengucapkan selamat menyambut hari raya Aidil Fitri kepada abu Uqbah sekeluarga,
    ja’alnallahu minal ’aidin wal faaizin, maaf zahir dan batin
    salam saya untuk Hikmah Sakinah dan Uqbah juga- kalau dia sudah pandai ngomel

    • #12 by ayomendidik on 30 2011, 2011 - 07:34

      heee uqbah sudah bisa teriak-teriak bunda …
      mohon maaf lahir dan batin juga dari kami ……😀
      salam buat keluarga bunda

  7. #13 by koeshariatmo on 28 2011, 2011 - 13:12

    kalau begitu saya belum dewasa.. hiks hiks hiks

    • #14 by ayomendidik on 30 2011, 2011 - 07:36

      heeee … heeee … heeeee😳
      sama-sama belajar mas😥

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: