Pendidikan Sudah Tidak Mendidik

PENDIDIKAN SUDAH TIDAK MENDIDIK

Semakin menjamurnya pendidikan yang ada di penjuru negeri ini ternyata tidak semuanya berdampak terhadap kualitas manusia seutuhnya. Kalau dilihat dari segi kemampuan akademik terjadi kenaikan dan perbaikan kualitas. Tapi jika ditinjau dari segi ahlaq ternyata banyak terjadi kemerosotan yang signifikan.

Pertanyaanya adalah kenapa hal ini terjadi?. Banyak faktor sebenarnya yang mempengaruhi kenapa terjadi penuruan kualitas kecerdasan emosional (ahlaq). Namun menurut saya faktor yang paling utama adalah kualitas guru yang paling akurat dalam mewarnai dunia pendidikan.

Saya pasti yakin anda pernah tahu seorang anak usia SD tidak pernah mau diajari cara baru dalam menyelesaikan pekerjaan rumah, meskipun cara itu dibenarkan. Jika berbeda dengan cara guru mereka mengerjakan soal tersebut, dengan terang-terangan anak-anak kita akan menolak. Ini artinya guru lebih dipercaya oleh anak-anak kita.

Mulai pagi sampai lepas siang mereka bersama sosok yang dinamakan guru. Kita tidak tahu apa yang dilakukan oleh guru-guru kita di sekolah. Yang jelas anak-anak kita memperhatikan dan mencontoh guru-guru yang mereka anggap mahluk sempurna. Apa yang diperintah guru kebanyakan anak-anak selalu memperhatikan dan melaksanakan.

Pertanyaan yang patut kita pertanyakan adalah sudahkah guru-guru kita benar-benar sadar dengan perkembangan psikologis anak kita?.

Bagaimana dengan guru-guru yang mengajar seenaknya sendiri. Datang ke sekolah terlambat. Tidak segera masuk kelas malah ngobrol di kantor?. Bagaimana guru yang mengajar dengan bahasa yang mengancam, menghina serta melaknat?. Bagimana dengan guru yang mengajar dengan loyo dan tidak bersemangat, sekedar memberi soal dan ditinggal tidur?. Bagaimana dengan guru-guru yang asik merokok di lingkungan sekolah, atau bahkan yang kurangajar merokok di depan kelas saat mengajar?. Masih banyak kasus lain yang tidak mungkin saya tuliskan di sini.

Di lain sisi kita menghimbau anak-anak hidup teratur, hidup sehat namun di sisi lain kita malah menampilkan kenikmatan merokok di depan hidung mereka. Kita menghimbau mereka ramah dan sopan, tetapi sikap dan tingkah laku kita mengancam, dan melaknat.

Mau di bawah ke mana pendidikan kita?. Bukankah ahlaq itu lebih utama dari sekedar mendapat nilai 100 dalam matematika ?.

Semoga tulisan ini, membuat guru-guru kita sadar bahwa di ujung-ujung lidah guru, dilemah lembutnya kata-kata guru, Ditajamnya otak guru, dibijaknya hati guru, disemangat wajah guru, dan disentuhan gurulah generasi ini menjadi merah, hitam, hijau,putih, atau bahkan hitam kelam.

Tulisan ini berasal dari ide sahabatku yang gelisah dalam mencari sekolah untuk anak-anaknya, karena takut dengan guru-guru terdidik tapi tidak mendidik, serta trauma dengan kebanyakan lingkungan pendidikan yang tidak mendidik.

Recent Posts :

,

  1. #1 by rahmanwahyu on 16 2011, 2011 - 17:50

    Mungkin karena sudah terlalu panjang, dihentikan sama pemilik lapaknya. Bikin ribet membacanya, ngkali.
    Salam, sering ya saling mampir sesama blogger?🙂

  2. #2 by rahmanwahyu on 15 2011, 2011 - 18:03

    Mau dibawa ke mana negeri dan anak bangsa ini dengan gaya pendidikan seperti itu?
    Kalau boleh, tahu dari mana sampai bisa kesasar ke lapak saya?
    Salam kenal, dan trims telah singgah di ruang saya.

    • #3 by admin on 16 2011, 2011 - 05:09

      salam kenal juga pak
      sy tahu dari blognya sahabat bapak yang dialoqnya puanjaaaang

  3. #4 by Susan Noerina on 4 2011, 2011 - 05:58

    Jadi inget guru kimia jaman SMA dulu hobi banget ngerokok di dalam kelas😦

    Iya Pak, saya ngeri banget dengan kualitas pendidikan jaman sekarang. Lah jaman saya dulu, perasaan yang namanya Ebtanas (UAN) ga ada tuh pake acara jual beli soal ujian. Dan alhamdulillah semuanya lulus (100%).

    Mana sekarang kalo baca anak2 abege udah pada kenal sex bebas. Bahkan parahnya, guru mereka sendiri yang bertindak sebagai germo. Astagfirullah

    Makanya saya & suami sepakat kalo emang kontrak kerja diperpanjang mulu sama company bagus Zahia sekolah di M’sia ajah deh🙂

    • #5 by admin on 8 2011, 2011 - 05:30

      wah ngeri juga cerita bunda, bunda tinggal di mana sih?
      semoga Zahia dapat pendidikan yang bagus dan layak, tidak tidaruh di Mahadz saja bun?

  4. #6 by syamsul hadi on 26 2011, 2011 - 10:17

    mungkin sebagian dari guru kita masih belum menyadari, atau tidak menyadari sama sekali bahwa mereka itu digugu dan ditiru. semua sikap dan perilakunya menjadi panutan para siswa. ironisnya lagi terkadang guru tidak mau ditegur murid kalau bersalah mereka masih merasa selalu benar tanpa menyadari bahwa didunia ini tidak ada yg sempurna.
    Padahal semua orang berangkatnya dari pendidikan yg tidak luput dari olahan guru itu sendiri.

    • #7 by bchree on 26 2011, 2011 - 14:58

      mantab pak😀 …. terutama untuk SD, kebanyakan siswa hanya MANUT sama guru. jadi gurulah segalanya bagi mereka.
      semoga guru-guru kita selalu ingat untuk jadi lebih baik.amiin

  5. #8 by Alam on 24 2011, 2011 - 19:24

    guru kencing berdiri, murid kencing berlari.. “mengapa kamu katakan apa yang tidak kamu perbuat……” ya begitulah, melarang merokok tapi merokok (bingung kan)

    • #9 by bchree on 24 2011, 2011 - 21:30

      perlu ada tes menjadi guru lebih ketat, biart guru lebih selektif dari pada dokter yach!

  6. #10 by menone on 24 2011, 2011 - 13:10

    naaaahhhhhh merokok dilarang tp guru ga bisa kasih teladan…….hmmmmmmmmmmmmmm

    salam persahabatan dr MENONE

  7. #12 by koeshariatmo on 24 2011, 2011 - 11:23

    hehehe.. saya jadi banyak berfikir dan melihat lingkungan lebih jelas

    • #13 by bchree on 24 2011, 2011 - 21:28

      gmn pak guru, ada masukkan untuk artikel ini?

  8. #14 by dery on 23 2011, 2011 - 22:41

    yak betul..
    guru sangat berpengaruh terhadap perkembangan kemampuan si anak..
    banyak sekali fakta yang menyebutkan, begitu besarnya peranan gutu dan orang tua dalam menumbuhkan kecerdasan si anak..

    btw,, mas mau pesen kaos blogger indonesia ndak? sekalian bisa untuk promosi offline.. hehe😀.. cek blogku ya.. postingnya disini

    • #15 by bchree on 24 2011, 2011 - 21:27

      nunggu gajian mas, baru pesan heeeee

  9. #16 by sedjatee on 23 2011, 2011 - 09:01

    yang demikian memang benar ada
    pendidikan sekarang telah banyak menjadi lahan bisnis semata
    alias komersil
    tapi masih ada sekolah yang benar-benar mendidik
    juga guru yang benar-benar mengabdi
    salam sukses..

    sedj

    • #17 by admin on 23 2011, 2011 - 22:25

      baner mas, cuman guru&sekolah yang bener-bener mendidik perbandingannya lebih sedikit
      salam sukses juga🙂

  10. #18 by belanjaguru on 23 2011, 2011 - 01:34

    http://belanjaguru.wordpress.com/
    bagus sekali tulisannya mas, salam kenal ya

    • #19 by bchree on 23 2011, 2011 - 04:54

      terima kasih, salam kenal juga🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: