Dampak Negatif Budaya Sungkan Terhadap Dunia Pendidikan

DAMPAK NEGATIF BUDAYA SUNGKAN TERHADAP DUNIA PENDIDIKAN

Emosi ‘sungkan’ adalah nama untuk suatu keadaan di mana seseorang merasa enggan, segan juga malu, sekaligus ada rasa hormat. Sikap sungkan biasanya kita alami jika kita berhadapan dengan orang atau pihak lain yang kedudukannya setara atau di atas kita. Sikap merasa tidak enak atau ewoh pakewoh (jawa_red) adalah salah satu ciri sikap sungkan. Budaya ini sangat kental pada masyarakat jawa.

Selain dampak positif, ternyata budaya ini juga memiliki dampak negatife. Di dunia pendidikan budaya sungkan sudah benar-benar mengerogoti system dunia kerja. Coba cermati beberap kasus berikut.

Ø Guru sungkan mengingatkan kepala sekolah yang tidak beres dalam mengelola dana BOS.

Ø Guru sungkan mengingatkan kepala sekolah yang sering meninggalkan sekolah

Ø Kepala Sekolah sungkan mengingatkan dan menasehati guru yang melanggar peraturan sekolah. Misalkan sering datang terlambat, tidak membuat perangkat pembelajaran, dll.

Ø Pengawas yang sungkan mengingatkan Kepala Sekolah yang tidak bekerja sesuai TUPOKSInya.

Jika hal ini dibiarkan maka yang terjadi adalah kebisuan, tidak ada komunikasi yang sehat. Karena sungkan untuk berbicara langsung dengan si pembuat kesalahan. Biasanya pihak yang sungkan membicarkan masalah tersebut ke orang lain. Jika bengini cara penyelesaian masalahnya, maka timbul saling mencurigai dan mengunjing. Ujung-ujungnya adalah siswa yang jadi korban karena tidak mendapat pelayanan yang maksimal.

Coba kita belajar dari Alfred Riedl. Saat ada pemain yang melanggar ketentuan yang berlaku, siapapun dia pasti dapat hukuman yang sesuai dengan kesalahan. Bahkan dia melarang para pemain junior memanggil pemain senior dengan sapaan mas, abang, atau sapaan lain. Tujuannya adalah biar kita belajar meletakkan segala sesuatu apa adanya. Membuang rasa sungkan yang bisa menghabat kemajuan bersama.

Andaikan kita dalam dunia pendidikan meniru secuil sikap professional Alfred Riedl tersebut. Maka tidak akan ada lagi pengawas yang hanya enak duduk-duduk di kursi kantor UPT. Tidak akan ada lagi Kepala Sekolah seenak perutnya sendiri mengelola dana BOS untuk kepentingan pribadi. Tidak akan kita temui lagi Kepala Sekolah yang seenaknya ijin keluar jam dinas dan tidak kembali ke sekolah (bukankan tugas utama KS membina guru dan siswa, kok malah keluyuran?!). Tidak akan lagi ada guru yang lebai dalam tugasnya karena selalu mendapat bimbingan dan teladan dari atasan yang professional. Intinya, siswa kita akan segera mengalami kemajauan karena memiliki guru yang hebat, guru yang hebat karena memiliki kepala sekolah yang handal, kepala sekolah yang handal karena mendapat bimbingan dari pengawas yang Unggul, dan begitu setersunya sampai pada kekuasaan tertinggi. Artinya pendidikan kita berlahan akan BANGKIT.

Namun semua itu tidak semudah artikel ini dibaca. Karena budaya sungkan ini sudah benar-benar menggurita di dunia pendidikan kita. Jika kita mencoba untuk mengingatkan kesalahan yang diperbuat oleh teman atau bahkan atasan kita. Yang terjadi mereka tidak legowo menerima kesalahan kita, malah sebaliknya mereka dengan kroni-kroninya akan mengucilkan kita. Heran memang, karena dunia sekarang sudah cenderung cinta pada pihak yang salah dan bertaburan kebodohan. Namun, bagi anda insan yang masih memiliki setitik hati putih kalau tidak sekarang akapan lagi. Mari bersama-sama tempatkan budaya sungkan pada tempat yang tepat. Ingatkan, ingatkan, dan ingatkan!. Tidak sungkan bukan berarti tidak menghormati. Semoga pendidikan kita segera BANGKIT …

Recent Posts :

  1. #1 by aba on 9 2011, 2011 - 14:50

    salam …

  2. #2 by syamsul hadi on 27 2011, 2011 - 11:35

    yups…..budaya sungkanisme yang tdk pada tempatnya itu yang repot ust.

    • #3 by bchree on 27 2011, 2011 - 14:22

      bener ust, tidak pada tempatnya

  3. #4 by minister ndru on 26 2011, 2011 - 05:27

    apa hanya orang jawa saja yang punya rasa sungkan itu ya pak..

    • #5 by bchree on 26 2011, 2011 - 17:53

      enggak sih, cuman di jawa emang budaya sungkan bener2 didarah dagingkan sejak kecil.
      trims mas udah singgah

  4. #6 by mamah Aline on 22 2011, 2011 - 16:33

    yang terakhir setuju banget, di masyarakat kita ada peraturan tak tertulis kalo gak sungkan gak menghormati apalagi untuk level masyarakat tertentu

    • #7 by bchree on 22 2011, 2011 - 16:42

      level yang mana ma? golongan brahmana apa kesatria ….. heeeee

  5. #8 by Kakaakin on 22 2011, 2011 - 09:39

    Entah beneran sungkan, atau pura2 nggak melihat, atau pura2 nggak tahu, atau malas negurnya, atau…

    • #9 by bchree on 22 2011, 2011 - 13:01

      atau apa yach? satu kolonial heeeeeeee …..

  6. #10 by Guru SD Terpencil on 21 2011, 2011 - 15:25

    100 % betul. Dan harus ada keberanian menyuarakan hal ini. Siapa ya yang punya keberanian & power untuk itu? mungkin PGRI he…he…he… mentang mentang pengurus PGRI. KKKS merupakan kepanjangan tangan dari UPT atau pengawas. Dan pengalaman guru terpencil ini (aku ) yg yang sering berontak dengan kebijakan mereka ternyata KKKS yang katanya perkumpulan Para Kepala sekolah itu dak punya program yang nyata. paling programnya plesiran kalo lagi ada laba dari pembelian buku. Suarakan terus Mas aku dukung 100%. Maaf terlalu menggebu-nggebu lagi dibikin jengkel oleh pengawas yg rakus.

  7. #13 by koeshariatmo on 20 2011, 2011 - 14:18

    sunkan karena ada status pns dan honorer juga ada pak…hehehe
    nah kalo sudah masalah senioritas susah deh majunya…

    • #14 by bchree on 20 2011, 2011 - 21:11

      kalau dulu q saat honorer kagak pakek sungkan mas, karena “maaf” sy tahu teman2 yang pns banyakan tidak “maaf lagi” tidak begitu berkualitas heeeeee maaf ke tiga kali …… semoga tidak menyinggung banyak orang. jadi dulunya q biasa aja tuh ….. mindernya hanya gaji kecil heeeee

  8. #15 by nymph34 on 20 2011, 2011 - 13:49

    betul ituu.. rada sungkan kalo orangnya lebih tinggi jabatannya..
    mungkin solusinya bisa dengan ngasih evaluasi kerja tiap bulan gituu..😀

    • #16 by bchree on 20 2011, 2011 - 21:09

      bener mbak, itu salah satu cara yang bagus untuk dilaksanakan agar tidak terbudaya emosi sungkan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: