usia 3 bulan sudah mencari makan sendiri

USIA 3 BULAN SUDAH MENCARI MAKAN SENDIRI

Matahari masih bersembunyi di balik cakrawala hitam. Adzan subuh masih baru saja dikumandangkan. Bulir-bulir embun pagi sebagian masih ada dalam proses pembentukannya. Udara dingin mengalir merayap menerpa puing-puing malam yang hampir sirna. Kokok jago terkadang terdengar  bersahutan sebagai bentuk kesetiaan menyambut datangnya pagi. Sebagian besar mahluk hidup masih terbui dengan indahnya mimpi dan bermalas-malasan dibalik selimut masing-masing.

Berbeda dengan Si Merana, tiap malamnya dia berselimutkan dinginnya kabut malam. Tidak bisa hidup bercanda dan bercengkrama dengan keluarganya. Sekitar sebulan yang lalu ditinggal oleh ibundanya sehingga ia hidup sebatang karang. Saudara-saudara sekandungnyapun tak tahu ke mana. Dia mendengar kabar bahwa saudaranya ada yang meninggal, ada pula yang masih hidup dan tak tahu kemana rimbanya.

Seminggu yang lalu Nasib naas menimpa Si Merana, ada seseorang yang melempar kakinya dengan batu saat ia meminta sesuap nasi untuk mengisi kekosongan perutnya. Karena usianya masih 3 bulan dia tidak bisa menghindar dari lemparan batu tersebut. Batu yang berukuran besar itu bersarang tepat di lutut Si Merana. Kaki kanannya langsung putus. Si Merana segera menjerit menangis dan berlari sepoyongan. Tubuhnya yang mungil segera dimasukkan kesemak belukar untuk menghindari dari lemparan batu selanjutnya. Dalam semak belukar itu, dia hanya bisa merasakan sakit yang tak tertahankan. Air matapun menetas bercampur dengan darah yang mengalir di lutut yang putus.

Berhari-hari dia tidak makan dan tidak minum. Kakinya semakin hari semakin membengkak. Tak ada yang mengobati. Tak ada yang memperhatikannya. Dia hanya bisa merintih saat sakit amat terasa di kakinya. Entah terik entah hujan dia jalani penderitaan itu dengan kesendirian. Di balik kesedihan dan kepiluannya dia tetap tabah menjalani hidup ini dengan besar hati. Dia tetap yakin akan keMaha Kasih dan Maha Sayang-Nya. Dalam kesunyian dia tetap memanjatkan Do’a agar bisa hidup lebih baik lagi.

Si Merana kini sudah bisa tersenyum dan berjalan meski dengan melompat karena kakinya hanya satu. Dia bisa bertemu teman-teman  dan berlari kecil untuk berebut makanan yang mereka temukan di jalan. Meski kakinya tinggal satu dia tetap menikmati hidup ini sebagai anugerah. Hari-harinya kini dia jalani dengan penuh semangat untuk menutupi kekurangan yang dia miliki.

ini foto-foto si merana

Hikmah yang bisa kita ambil :

Jangan mudah menyerah dengan kesulitan yang kita hadapi.

Hidup harus dinikamati bukan diratapi.

Jadilah dermawan, jika tidak memberi orang yang minta-mita seyogyanya jangan memarahi apa lagi melempar batu.

Kita harus lebih sayang kepada binatang (budaya Empati). Bayangkan seandainya Si Merana adalah anda. Belum tentu anda bisa jalani hidup ini seperti dia jalani.

Artikel ini diikutkan Pagelaran Kontes Unggulan Cermin Berhikmah (K.U.C.B)

Recent Posts :

, ,

  1. #1 by nia/mama ina on 21 2011, 2011 - 13:36

    ohh ayam, aku pikir kucing ehhehe……..sukses yachh, smoga menang…salam kenal

    • #2 by bchree on 21 2011, 2011 - 15:03

      terima kasih mama ina, semoga sukses juga

  2. #3 by kang ian dot com on 20 2011, 2011 - 07:02

    ini kisah nyata bukan fiksi wakakak..
    ayam namanya merana..hihi ^^
    salam sukses mas..

    • #4 by bchree on 20 2011, 2011 - 13:45

      nyata dibubuhi fiksi heeeeee

  3. #5 by bunda alf on 17 2011, 2011 - 17:05

    semoga sukses kontesnya… sewaktu awal baca judulnya, langsung tertarik untuk baca kelanjutannya. rupanya ayam yang harus mencari makannya sendiri yaa…

    salam kenal

    • #6 by bchree on 18 2011, 2011 - 17:07

      bener ayam bun…. tapi tetap harus empati kan?

  4. #7 by genksukasuka on 13 2011, 2011 - 15:12

    sungguh tragis tapi tegar hebat ….dia

  5. #9 by Kakaakin on 12 2011, 2011 - 19:37

    Seandainya Si Merana ada di sekitar rumahku, insya Allah aku bersedia mengadopsinya😀
    Semoga sukses di kontesnya.
    Ehm, headernya udah kuterima. Insya Allah nanti dipake🙂

    • #10 by bchree on 12 2011, 2011 - 21:20

      OK nanti si merah sy kirim via email heeeee ….
      terima kasih sudi menerimanya ….

  6. #11 by Cyber Katrox on 12 2011, 2011 - 10:08

    Cerita yang menarik, dan semoga menang.

  7. #13 by MENONE on 11 2011, 2011 - 19:31

    ya ampun ta pikir manusia sob hehehehehehe…… sayangi binatang sobaaaattttttttt

    • #14 by bchree on 12 2011, 2011 - 04:28

      bener nih kita harus sayang binatang … biar lestari

  8. #15 by simfonikata on 11 2011, 2011 - 17:09

    Wah..itu mah sebuah kisah yang memberikan suatu keindahan yang luar biasa untuk tetap menikmati hidup..sippp mantap

  9. #17 by ais ariani on 11 2011, 2011 - 13:58

    bener … kirain ini tentang anak manusia
    judul nya menarrrik, dan membuat penasaran
    dan kisah nya bener berhikmah🙂
    sukses yah buat merana nya
    *hloohh??

    • #18 by bchree on 11 2011, 2011 - 15:10

      iya mbak nanti sy salam kan ke si merana ….. pastinya dia seneng banget dapat salam dari si manis Ais heeeeeeeeeeeee …… maaf bercanda!!!

  10. #19 by jumialely on 11 2011, 2011 - 13:55

    Hidup ini harus dipenuhi dengan semangat dan pengharapan. Atas stempel komandang blogcamp, JURI datang menilai. Terima kasih atas cerita penuh Hikmah, Salam hangat

    • #20 by bchree on 11 2011, 2011 - 15:08

      terima kasih dewan juri, semoga bisa menambah hikmah agar hidup kita lebih baik. amiin

  11. #21 by gerhanacoklat on 11 2011, 2011 - 12:27

    hehhe tak kirain anak 3 bulannya manusia

    tapi ini kisah inspiratif banget
    thank u brother🙂

    • #22 by bchree on 11 2011, 2011 - 15:08

      terima kasih sister, semoga bisa memberi hikmah …

  12. #23 by Shohibul K.U.C.B on 11 2011, 2011 - 09:15

    Link yang anda pasang keliru karena setelah di klik menuju ternyata ke ://mascholik.wordpress.com.
    Silahkan diganti dengan link yang menuju artikel pengantar kontes di newblogcamp.com
    Terima kasih
    Salam hangat dari Markas BlogCamp di Surabaya

    • #24 by bchree on 11 2011, 2011 - 15:07

      heeeeee….. sy fikir pertama pakai blognya pak de yang bintang satu, setelah ronda akhirnya ketemu de blog yang sebenarnya …. trims pak de … segera diperbaiki

  13. #25 by Shohibul K.U.C.B on 11 2011, 2011 - 09:02

    Terima kasih atas partisipasi sahabat dalam K.U.C.B
    Artikel anda akan segera di catat
    Salam hangat dari Markas New BlogCamp di Surabaya

    • #26 by bchree on 11 2011, 2011 - 15:06

      terima kasih pak de, semoga sukses lombanya

  14. #27 by puteri amirillis on 11 2011, 2011 - 08:52

    semoga si merana tetap sabar menjalani harinya…
    itu ayam ada di rumah nya bachri yaaa…???

    oya, untuk nyonya nih…tips2nya:
    1. memerah asi bisa dengan 2 cara, pake tangan ato pake alat,,untuk alat saya rekomen merk medella (sekitar 350 rb an) atau avent (sekitar 600rb an);
    2. simpan asi perah di kulkas 2 pintu (freezer) bisa tahan 3 bulan, kalo di kulkas bawah cuma tahan 1 hari;
    3. pake botol kaca untuk menempatkan asi perah (bisa dibeli di toko baby online) harga 1300 an per botol.
    4. bawa asi perah dari kantor ke rumah pake cooler bag (harga 40 rb an-300 rb an, beli di ace hardware ada) dan beri blue ice (30 rb a, merk tummi tuppi);
    5. jaga selalu kesehatan ibu, makan yang bergizi, makan kacang edamame (kedele jepang), minum susu, minum habatusauda, sari kurma;
    6. olahraga teratur.

    sekian semoga bermanfaat^^

    • #28 by bchree on 11 2011, 2011 - 15:05

      ayam (si merana) sy temui di desa rumah bulek (bibi) yang bersebelahan rumah orang tua. kalau sy ada diperumahan (kontraktor alias kontrak rumah heeee)
      terima kasih tipsnya, bermanfaat sekali untuk kami yang baru punya momongan.

  15. #29 by veera on 10 2011, 2011 - 22:02

    hah? itu nyata ya?
    kasian si Merana, tapi salut dia bisa bertahan hidup…
    gatau deh kalo aku yang ngalamin…

    • #30 by bchree on 11 2011, 2011 - 00:06

      si merana si nyata, cuman ceritanya ada sedikit bumbunya biar sedap heeee
      sekarang sy tidak tahu kondisi si merana, karena foto itu sy ambil sekitar 1 bulan yang lalu di kampung saat mudik

  16. #31 by Karina on 10 2011, 2011 - 18:22

    waaah semoga menang ya kontesnya. hm… inspiratif, dan ga menyangka bahwa kita manusia pun bisa belajar dari seekor ayam kecil seperti si merana, yang ga gampang menyerah dan menikmati hidup dengan segala kekurangan dalam diri kita.🙂

    • #32 by bchree on 10 2011, 2011 - 18:37

      amiin. terima kasih udah bersedia membaca cerita si Merana. semoga kita lebih sayang kepada binatang …. mereka juga bisa merasakan sakit kan?

  17. #33 by Shohibul K.U.C.B on 10 2011, 2011 - 12:52

    Sahabat tercinta,

    Dengan hormat diberitahukan bahwa berhubung BlogCamp saat ini sedang dalam proses pemulihan maka pagelaran Kontes Unggulan Cermin Berhikmah (K.U.C.B) dipindahkan ke New BlogCamp.
    Bagi yang sudah mendaftar di BlogCamp dan yang belum mendaftar silahkan mengunjungi
    http://newblogcamp.com/kontes/kontes-unggulan-cermin-berhikmah
    Terima kasih
    Salam hangat dari Surabaya

    • #34 by bchree on 10 2011, 2011 - 17:25

      semoga BlogCamp segera kembali membaik seperti biasanya.
      terima kasih atas kesediaan Pak Dhe Menerima sy sebagai peserta!
      salam dari kota Pisang Lumajang

  18. #35 by wits on 10 2011, 2011 - 11:57

    kisahnya inspiratif. sukses ya

    • #36 by bchree on 10 2011, 2011 - 17:23

      terima kasih mbak, semoga ceritanya bermanfaat!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: