Pertiwi Menangis

Pertiwi Menangis

Buah Krya : bchree

Pagi tadi terdengar berita !

Nun jauh di sana

Melengking pekik kepanikan

Merona wajah langit pertiwi

Sore tadi terdengar berita !

Di desa saudaraku

Merintih sedih jiwa

Kian menyesakkan dada

Malam ini terdengar

Dahsyatnya berita

Ganasnya sunami di mentawai

Merapi membakar punggung-punggung manusia

Korban bergelimpangan

Harta benda tak terhiraukan

Ibu lupa akan bayinya

Ayah lupa akan keluarganya

Tahukah anda kenapa ini terjadi ?

Bukan karna alam,

Bukan karna hewan,

Bukan karna tumbuhan,

Ini karna anda,

Karana kalian,

Karena kita,

Bangga dengan dosa-dosa

Harusnya kini kita intropeksi diri !

Mari perbaiki diri !

Agar pertiwi tidak merintih

Kulihat ibu pertiwi sedang bersusah hati

Air matanya berlinang

Mas intannya terkenang

Hutang gunung sawah lautan

Simpanan kekayaan

Kini ibu sedang susah

Merintih dan berdo’a

Sahabat, salah satu kegemaran saya adalah menciptakan puisi. Puisi yang saya buat jarang sy bacakan sendiri, kecuali saat membina anak-anak di persiapan lomba baca puisi. Biasanya sy bacakan biar anak-anak mengerti maksud dan tujuan tiap kata di puisi tersebut. “Pertiwi Menangis” merupakan puisi terakhir yang sy ciptakan. Puisi ini gambaran  berbagai bencana yang melanda negeri tercinta ini dan mengajak kita untuk merenung untuk segera sadar dari segala kesalahan selama ini. Dalam puisi ini sy masukkan lagu nasional  “Ibu Pertiwi” agar lebih mengena di hati. Alhamdulillah, dari 10 siswa yang kita kirim dalam lomba tingkat guslah hari Jum’at, tanggal 12 November 2010, peringkat 1 s.d. 8 besar diraih oleh siswa kami.

Sayang sekali sy belum bisa mendengarkan lantunan anak-anak di web ini (belum bisa caranya, ada yang mau bantu?), semoga lain kali sy bisa memasukkan suaranya agar penghayatan terhadap puisi tersebut bisa lebih kita rasakan.

Kemampuan sy membuat puisi sangat terbatas tidak mahir layaknya punjangga, boleh dikatakan masih kelas rendahan kaum sudra. Gimana meurut sahabat puisi “Pertiwi Menangis”? Beri masukkan dong!

Recent Posts :

 

Pertiwi Menangis

,

  1. #1 by bintangzohra on 27 2010, 2010 - 21:41

    Saya setuju, bencana alam itu satu peringatan kecil di atas dosa-dosa kita, sedangkan balasan yang sebenar sedang menanti di kemudian hari….Subhanallah!!!

  2. #2 by 'Ne on 17 2010, 2010 - 19:33

    benar-benar berduka untuk Indonesia..

    • #3 by bchree on 17 2010, 2010 - 21:43

      semoga duka ini bisa kita mengerti, fahami, dan akhirnya kita perbaiki diri … semoga ya ‘ne

  3. #4 by kemilauStardust on 17 2010, 2010 - 19:24

    saya anak kecil lugu lucu imut ngangenin yang ga ngerti apa2 soal puisi pak😀
    tapi saya bisa rasain gimana bergetarnya hati saya waktu baca itu
    kalo kata saya mah, penulis bisa dibilang sukses waktu tulisannya bisa dimengerti dan pesan yang beliau maksud sampai ke si pembaca
    dan buat saya, bapak udah sukses sampein pesan yg bapak maksud dr puisi bapak🙂

  4. #5 by SITI FATIMAH AHMAD on 16 2010, 2010 - 22:08

    Kembali hadir menghantar khabar bahawa link ke blog mas Bchree, sudah saya tautkan ke ruang Dunia Sahabat berikut;

    http://webctfatimah.wordpress.com/dunia-sahabat

    Harap sudi menerima masukan nama untuk diperkenankan.

    Salam persahabatan dalam dunia guru yang sama untuk perkongsian bijak bagi menumbuh bangun jiwa2 kemanusian untuk mengenal dunia dan penciptanya.

    Senang dapat berkenalan dengan Bchree di sana.
    Terima kasih.😀

  5. #6 by Sang Penjelajah Malam on 16 2010, 2010 - 10:46

    Subhanallah

    • #7 by bchree on 16 2010, 2010 - 19:56

      Allahuakbarr …. Allahuakbarr …. Allahuakbarr …. Allahuakbarr
      selamat idul adha 1431 H

  6. #8 by ●●●ЄЯШЇЙ●●● on 16 2010, 2010 - 10:28

    puisinya sangat bermakna. pantas disejajrakan dengan para pujangga. thumbs up deh pokoknya.

    kita yang masih diberi kesempatan hidup, semoga dapat mengambil hikah dari semua peristiwa yang menimpa negri ini. mari lebih mendekatkan diri kepada Yang Maha Kuasa.

    • #9 by ●●●ЄЯШЇЙ●●● on 16 2010, 2010 - 10:29

      semoga dapat mengambil hikmah maksudnya.🙂

      • #10 by bchree on 16 2010, 2010 - 19:37

        bener sekali, rencananya puisi ini akan sy ikutkan lomba ditingkat lebih tinggi. cuman yang membawakan anak-anak. pingin sih yang baca sy sendiri, tapi masih belum ada lomba untuk guru.
        lebih jauh harapan sy, isi puisi bica didengar oleh banyak orang. trims yach

  7. #11 by SITI FATIMAH AHMAD on 16 2010, 2010 - 10:02

    Alhamdulillah… pertama kali membaca puisi hasil karya Bchree di sini. Sangat berbakat dan harus diteruskan untuk memartabat karya sastera di dunia maya.

    Bait-nait bicara puisinya menyentuh hati dan memberi makna yang mendalam tentang hakikat yang terpaksa diterima hasil dari kerja2 manusia dalam kehidupannya sehingga menimbulkan amarah kepada Yang Maha Esa.

    Pengukapan hati yang gundah akan perilaku manusia sehingga menimbulkan fenomena alam yang dahsyat. Semoga kita semua mengambil iktibar dari apa yang berlaku.

    Salut ya mas. mantap bakat dan potensinya. Semoga puisi-puisinya banyak disiarkan di sini agar biasa dikongsikan.

    Salam mesra.

    • #12 by bchree on 16 2010, 2010 - 19:40

      wah sy jadi tersanjung nih, komentarnya bunda bikin sy merinding. padahal sy mulanya malu mau menaruh puisi ini di sini, kuatir tak bermutu.
      semoga bunda terus bisa memberi ilmunya ke sy (masukan +), trims bunda fatimah …

  8. #13 by SITI FATIMAH AHMAD on 16 2010, 2010 - 09:22

    Assalaamu’alaikum Bchree…

    Sahabat…. Tiada embun yang lebih bening selain beningnya hati
    Di bulan Zulhijjah, Iedul Adha kembali menyapa hari
    Kemaafan dipohon untuk khilaf dan salah jika mengkhianati
    Sebuah pengorbanan tulus jadi iktibar membaiki diri

    Mohon Maaf Lahir dan Bathin

    Salam keindahan Iedul Adha 1431 H dari saya di Sarikei, Sarawak.

    • #14 by bchree on 16 2010, 2010 - 19:51

      salam dari hati yang paling dalam, mohon maaf atas semua khilaf dan salah ….. salam buat seluruh saudara sy di Sarikei, Sarawak. pingin sekali bersilaturahmi namun apa daya, tangan tak sampai.
      namun biar jiwa ini yang melayang sembari berkata “SELAMAT IDUL ADHA” semoga keteladanan nabi Ibrahim dan Ismail serta siti Hajar mampu menguatkan sendi-sendi iman kita.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: