GURU KU SADARLAH

GURU KU  SADARLAH

“Aku benci Matematika”. Kata-kata itu sering kita dengar dari sebagian besar anak sekolah. Tidak pandang bulu mulai sekolah dasar sampai tingkat tinggi. Matematika mereka anggap pelajaran yang amat sulit dan memuakkan. Pemahan ini saya pikir bukan hanya mereka saja, mungkin sahabat blogger ada yang begitu??? Hayo ngaku ……????

Siapa yang salah????

Kalau kita pelajari ternyata semua pihak memberikan andil rasa ini ada di setiap siswa. Mulai dari orang tua, wali murid, teman, sekolah, guru, dan masyarakat lain. Tapi menurut saya yang berperan besar dalam rasa tidak menyenangkan ini adalah GURU. Wah GURU kena lagi niiih? Tambah parah lagi “udah sertifikasi masih nggak becusss!!! Kapok lu GURU ….. lagi marahi diri sendiri

Benar, GURU memegang peranan penting dalam menanamkan rasa cinta,suka, benci, rindu, muak, kangen, dan rasa lain terhadap pelajaran matematika. Masih ingat metode guru matematika anda dulu saat mengajar??

Hasil cek dan ricek nih ternyata bapak ibu tanpa tanda jasa, beraneka ragam dalam penyajian materi matematika kepada anak-anak kita. Namun sebagian besar turut andil dalam meyakinkan siswa bahwa matematika benar-benar sulit dan menyebalkan. Sebagian besar guru-guru kita terutama di SD sudah tidak memberikan pembelajaran yang bener-bener nyantol / real / kenyataan. Siswa cenderung diajak balajar matematika secara bayang-bayang dan halusinasi. Ingin buktinya ???

Coba perhatikan kasus berikut, kalau tidak percaya cek langsung aja ke lapangan!!!

Saat siswa kelas II SD belajar matematika tentang perkalian, kebanyakan yang dilakukan guru adalah seperti ini :

Kasus I

Anak-anak  menghafalkan perkalian 2 ya, saya beri waktu 10 menit,  nanti maju satu persatu untuk mengafalkan …. Guru sambil melamun menunggu di dalam kelas atau bahkan ada yang kurang bijak meninggalkan siswa ke kantor untuk ngobrol dan lain-lain.

Kasus ini paling banyak terjadi

Kasus II

Anak-anak  perhatikan saya akan menerangkan perkalian. Jika saya punya soal 2 x 3 maka hal ini bisa kita kerjakan dengan penjumlahan berulang 3 + 3  = 6 ….  Guru sambil menulis di papan tulis dan memberikan beberapa soal agar mereka lebih faham.

Kasus ini hanya beberapa guru melakukan

Ternyata begitu kebanyakan guru-guru kita menjalankan tugasnya. Maksimal mereka melakukan kasus yang ke II. Hal ini salah satu contoh yang membuat anak serasa dipaksa untuk belajar. Anak merasa tidak enjoy dengan dunia belajar mereka. Guru sudah tidak peduli dengan jiwa psikologi anak. Lo, pada hal gurukan punya ilmu perkembangan psikologi anak??? Ngapain ngak di pakai bos!!???

OK lah kita tidak harus saling menyalahkan, saya juga tidak bermaksud menyalahkan kok. Kita di sini mencari perubahan heeeeee jadi ingat guru pembawa perubahan.

Giman kalau tiap guru kita haruskan pakai kasus III berikut

Anak-anak  sekarang kita akan belajar perkalian yang sangat menyenangkan. Untuk itu semuanya sekarang ke tempat parkir sepeda. Tapi ingat berjalannya yang rapi yach …. Sampai di tempat parkir. Sekarang kamu lihat sepeda ini punya berapa roda? Kalau pak guru punya 2 sepeda berapa jumlah rodanya? Kalau 6 sepeda berapa rodanya? Heeeee …. Kalian semua pinter, pak guru senang kalian pinter matematika …. Tadi yang kita pelajari itu adalah perkalian 2 anak-anak. Sudah paham??? IYA  PAAAAAAAAAK. Bagus luar biasa, pak guru senang …… ayo siapa yang bisa memberi contoh dalam kehidupan sehari-hari yang mengambarkan perkalian 3??? Semua menjawab, YANG PINTER PERKALIAN 3 ABANG BECAK PAK …… wah hebat banget kalian

Heeeeeeeeeeeeee ….. heeeeeeeee ………….. jika semua guru malukan kasus III, wah anak-anak bakalan tidak benci lagi ya ama matematika, atau sahabat punya kasus IV, kasus V, bahkan kasus MMXX  yang lebih membuat anak-anak cinta matematika??? Saya tunggu yach ….

Recent Posts :

, ,

  1. #1 by aura on 7 2010, 2010 - 21:30

    semua tergantung gurunya bang.. kalo pelajarannya disukai, tapi gurunya gak sreg, sama aja boong. bisa menurunkan minat belajar. tapi, apabila siswa gak suka pelajarannya, namun gurunya asyik, apti lama kelamaan pasti suka.🙂 (karena saya pun mengalami hal tersebut ) haahhhaa😀

    http://duabelassosialsatusmada.blogspot.com/ <— blog kelas saya😀

  2. #2 by ummurizka on 14 2010, 2010 - 11:29

    Dunia anak adalah bermain, sebenarnya akan lebih mengena jika kegiatan belajar itu dilakukan dengan bermain, contoh kasus 3…, semoga pak guru Bchree sukses dalam mencerdaskan anak bangsa…🙂

    • #3 by bchree on 14 2010, 2010 - 22:41

      ummu punya kasus yang lain?? bagi ilmu donk …
      terima kasih, semoga kita semua bisa lebih baik lagi.Amiin

  3. #4 by Martha Andival on 12 2010, 2010 - 20:45

    tapi ntah mengapa, saya jadi bisa matematika karena guru yg kejam ya…

    • #5 by bchree on 13 2010, 2010 - 16:08

      seberapa kejam mas andiv???
      ternyata ada guru yang kejam juga yach heeee …
      terim kasih udah mampir …. salam kenal

      • #6 by Martha Andival on 16 2010, 2010 - 03:02

        ya waktu smp dulu pernah di tampar-tampar hehehe

        satu kelas kena gampar, 3 org sakit 3 hari hehe

        • #7 by bchree on 16 2010, 2010 - 05:21

          heee … ada yang sama nih, sy dulu saat es de juga pernah ditampar oleh kepala sekolah, pi2 rasanya tebal dan panas ….. kira2 kelas V
          tapi SMP ngak pernah karena jadi anak kesayangan -sat smp mahir di fisika dan mtk, kalau sore juga disuru ngelesi dikelas- jadi sedikit diberi perhatian ma bp/ibu guru heeeee …. bukan pamer looooo, sekedar cerita maaf

  4. #8 by agito on 12 2010, 2010 - 12:55

    saya pun seorang yang suka matematika…

    kasus ketiga sangat bagus, karena yang paling penting dalam belajar matematika bukan menghafal tapi memahami alur operasi atau logikanya sehingga lebih mudah diterapkan dalam dunia nyata

    salam

    • #9 by bchree on 12 2010, 2010 - 18:07

      pasti mas agito ahli matematika … sy juga setuju mas kasus III, punya kasus yang lain mas?
      terima kasih dah hadir, salam

  5. #10 by yahyarohyana on 10 2010, 2010 - 21:30

    Aku sich seneng matematika. . ., iya kasus 1 yg pernah aku alamin waktu SD. Kasian bgt!

    • #11 by bchree on 11 2010, 2010 - 21:34

      sama donk, sy juga seneng matematika, meski bisa pembagian (porogapet) kelas VI SD heeeeee ….
      maklum dulu SDnya di Desa….. jadi skulnya ya gitu2 ja

  6. #12 by Saipuddin on 10 2010, 2010 - 05:19

    saya ngaku mas, tapi tidak semuanya saya benci matematika, tergantung pembahasannya. Nah, dari dulu saya rasa yang paling sulit itu masalah logaritma. Itu yang membuat saya benci.

    • #13 by bchree on 10 2010, 2010 - 12:08

      kebalikan donk, sy dulu suka logaritma loooo …. sekrang jangn sampai benci lagi yach

  7. #14 by anwar on 10 2010, 2010 - 04:01

    alhamdulillah berkat rahmat allah,kami siap membantu permasalahan saudara yg sakit sudah lama tapi belum sembuh,kami juga siap membantu saudara yg menderita sakit karena
    1)guna guna atau santet
    2)memisahkan pil atau wil
    3)membantu dlm hal pelet atau wibawa
    4)rejeki seret akibat ulah manusia yg gak bertanggung jawab
    dll
    silahkan konsultasi di
    anwarmuhamad93@yahoo.co.id
    moga bermanfaat.amin
    wslm

    • #15 by bchree on 10 2010, 2010 - 12:09

      ada IKLAN JUGA NIH …
      ya udah nggak pa2
      bagi yang mau, dicek dulu … da sesui SYAR’I pa ngak ??? OK

  8. #16 by verosiga on 9 2010, 2010 - 21:58

    em……siswa/i akan seneng pelajaran JIKA dia seneng dengan gurunya…
    yaa…kembali lagi ke psikolog tadi..heheheh
    soalnya seeh….ibu q guru SD kelas 4…malahan ada parah lagi..blm bisa baca,,tambah kacau kan…
    tapii hasilnya terbukti…guru nya bisa memberi jiwa ke muridnya,walau guru marah dia tetep seneng dan yang jelas jika gurunya seneng murid bakal senang,apa lagi dengan pujian dengan kata lain murid akan lakukan apapun biar gurunya senang..
    hehehehe….oke dech..

    • #17 by bchree on 11 2010, 2010 - 21:38

      salam ke bunda mas, pasti beliau orang yang hebat
      bener, guru kunci pertama siswa lebih baik ……🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: