Yuk, Pacaran

Diam menyendiri, mata tetap terbelalak, tak ada gerakan sama sekali, wajah dan bibir kelihatan berseri seindah bunga melati yang baru merekah. Terbayang di mata,wajahnya menggoda. Sapanya yang santun. Candanya yang mengelitik. Janji-janjinya yang membuat diri hanyut hingga langit ke Sembilan. Sehari saja tidak bertemu rindu seakan menyesakkan dada. Sejam saja tidak mendengar suaranya, serasa seabad berada dalam dunia kesepian. Rasa ingin selalu berada di sampingnya, kerinduan yang selalu mengikuti, kadang tak sengaja  air mata menetes  akibat kangen yang memuncak. Begitulah sedikit gambaran saat kita dalam atmosfer cinta, saat masa indah berpacaran.

Jika kita amati di sekitar kita, semakin banyak muda-mudi hanyut dalam dunia kasih sayang yang sering disebut pacaran. Banyak alasan yang mereka buat untuk membenarkan tindakan ini. Di antaranya pacaran bikin semangat belajar, bukan anak gaul jika tidak pacaran, pacaran bikin hidup semakin indah, ikut temen, dan berbagai alasan lain yang mereka miliki.

Banyak faktor yang menyebabkan mereka masuk dalam dunia ini. Televisi dan internet merupakan sumber utama yang membuat mereka mengenal pacaran. Ditambah dengan lingkungan keluarga, lingkungan sekolah, dan lingkungan masyarakat sekitar yang mendukung.

Sesunggunya pacara memiliki dampak yang luar biasa terhadap kehidupan seseorang. dengan berbagai model dan cara pacaran dilakukan. Mulai dari cinta monyet sampai menghalalkan free sex. Pacaran yang dimulai dari hanya berpandangan, kirim sms, telfon, chatting, sampai janjian untuk bertemu, jalan bareng, berbocengan, dan pada akhirnya berani menyetuh dan mencium. Bahkan yang sangat menyedihkan adalah pacaran di jaman sekarang sudah tidak malu-malu berpelukan di jalan-jalan, tempat wisata, bahkan di tempat ibadah. Berdasarkan cerita beberapa teman anak mudah usia smp, sma, apalagi yang kuliah kalau sudah pacaran biasa melakukan hubungan badan [wah, di kota kecil seperti ini aja udah gitu, bagai mana di kota-kota besar ya? Pasti lebih berani lagi]

Saya yakin, semua agama yang ada melarang berpacaran. Kalau ada agama yang menghalalkan pacaran perlu diragukan kebenaran agama tersebut. Hanya manusianya saja yang tidak pernah menerapkan ajaran agama yang dianut. Atau bahkan karena kebodohan kita saja sehingga berangapan bahwa pacaran itu boleh dilakukan.

Dengan berpacaran sebenarnya kita sudah merendahkan harga diri kita. Terutama bagi si cewek. Harusnya cewek, benar-benar menjaga harga dirinya dengan hati-hati. Dia harus  save terhadap sentuhan bahkan belaian haram cowok. Ingatlah, bahwa cewek adalah calon ibu. Jika calon ibu udah “rusak” dan menjual murah-murah dirinya untuk di sentuh oleh laki-laki. Bagai mana dia akan menjadi ibu yang baik nantinya?.

Yang membaut semakin menyedihkan adalah kebanyakan orang tua malah membiarkan bahkan mendukung saat anaknya berpacaran. Lingkungan keluarga dengan dasar agama yang lemah membuat hal ini semakin subur. Mereka berfikir itu sah-sah saja, asalkan tidak berlebihan (apa orang tua salalu mendampingi saat si anak berduaan? Jawabanya Jelas tidak. Artinya 99% orang tua tidak tahu apa yang dilakukan oleh anak saat berduaan). Di dunia sekolahpun jarang guru memberi nasihat tentang tidak bolehnya pacaran. Bahkan guru-guru banyak yang membiarkan sekolah dijadikan tempat melakukan kasih sayang haram ini. Guru kebanyakan hanya transfer ilmu akademik saja. Tidak mau dipusingkan dengan dunia lain siswa. Lingkungan masyarakat kita juga mendukung kegiatan haram ini. Coba lihat di sekitar alun-alun kota, tempat wisata dan tempat-tempat lain yang rawan. Mereka asyik dengan dunia berduaanya. Bahkan berpelukan, ciuman, dan lain-lain sudah tidak asing lagi. Satpol PP hanya bertugas mengusir pedagang kaki lima. Sedangakan yang berbuat ma’siat ini aman dari jangkauan petugas keamanan (aneeeeeeeeeh bangsa ini ya?)

Banyak keburukan-keburukan dari pacaran, saya tidak bisa menyebutkan satu persatu. Saya rasa anda sudah tahu sendiri, namun tidak peduli dengan kondisini ini, atau bahkan anda juga larut dalam dunia ini??? Kalau memang iya atau anda dulu pernah melalukannya. Segeralah minta ampun kepada-Nya, jangan mengingat dan menceritakannya dengan membangga-banggakan. Mulailah perbaiki diri dari sekarang. Jangan takut tidak laku. Malah anda pasti lebih dihormati dan bakalan banyak yang berminat jika tidak pernah pacaran (barang original coy, pasti terjamin dan mahal harganya)

Mari ingatkan dan luruskan keluarga dan saudara-saudari kita agar tidak hanyut kedunia hitam yang kelihatan putih ini. Ingatkan mereka untuk menjaga kesucian dirinya hanya untuk istri dan suami nanti. Jaga benar-benar dari ujung rambut sampai kaki. Jika kita menjaganya Allah akan memahalkan dan memuliakan diri kita. Namun jika kita hanyut dalam dunia pacara haram ini, SETAN AKAN DENGAN BANGGANYA MENEPUK DADA DENGAN SENYUM KEPUASAN. SETAN AKAN MENGATAKAN “YUK, PACARAN”. Jika anda mengikutinya maka anda akan segera diludahi oleh setan itu. Anda akan segera dilecehkan dan dinodahi. Ingatlah setan berasal dari dua golongan jin dan manusia. Jika ada manusia  mengajak anda berpacaran sebelum akad nikah di ucapkan. TIDAK LAIN, DIA ADALAH SETAN YANG NYATA.

Recent Posts :

,

  1. #1 by seroja on 18 2014, 2014 - 16:34

    setuju sangat (y)

  2. #2 by cityhary on 18 2012, 2012 - 15:03

    Allah Mahatahu dengan apa yang kita lakukan!

  3. #3 by Hendrawan Rosyihan on 10 2011, 2011 - 02:22

    Salam, wah temanya cool deh “Pacaran,” pacaran stelah nikah yg pling asyik, g’bkin stres, ngarep berlebihan, ptah hati, apalagi yg namanya cinta monyet, no way pokoknya ^^

  4. #4 by veera on 7 2011, 2011 - 12:32

    “Dengan berpacaran sebenarnya kita sudah merendahkan harga diri kita. Terutama bagi si cewek.” –> Benerrr bangettttt! *kelewatsemangat*
    Jadi GAUL nggak bisa cuma LEWAT PACARAN! Pacaran itu malahan NGGAK GAUUULL! *ketawasetan*
    Aneh, udah jelas banyak ruginya, masih aja anak jaman sekarang doyan pacaran *ngerasa bukan anak jaman sekarang, hehe*
    Aku udah sering tuh, pidato, ceramah, orasi, ato apalah itu namanya, tentang pacaran ke temen-temen sama sodara *akubocahantipacaran*. Eh ga didengerin. Mereka bilang, gatau sih, enaknya pacaran. Loh? Kok gitu? Aku capek yang mo kasitau. Lagian temen-temenku kan diem di pondok, jadi mesti tau, dong.
    Betewe, emang harusnya semua orang sadar donk, buat “ngasih sesuatu” yang terbaik buat calon istri/suami-nya nanti…
    Oya, soal postinganku yang lagi gombal, jangan dianggep buat pacar yak, aku gak punya kok, hehe, itu iseng buat, nyari kata-kata aneh yang bisa dijadiin gombalan. Bukan terus jadi pro, lho (sama pacaran). Buat mengabadikan di blog, kali aja ketemu jodohnya lewat blog *eh* bisa aja postinganku dijadiin mahar, kan seru *lho?*

    *maap kepanjangan* *ngakak*

    • #5 by bchree on 7 2011, 2011 - 18:31

      komentarnya lebih panjang dari artikelnya🙂 🙂 🙂
      semoga dik veera dilindungi_nya dan tetap TERJAGA. Amiiin
      …………………..
      heeeeeeeeeeee ….. tentang posting kegombalan sy juga faham kok, jangan dimasukkan hati :rool:

      • #6 by veera on 8 2011, 2011 - 11:22

        gatau kenapa, saya kok takut gitu dikira yang nggak-nggak, ini bilang gasuka pacaran, tapi bikin bgituan, ntar dikirain malah ternyata diem-diem pacaran… hoho. makanya aku jelasin panjang kali lebar (sama dengan luas), wk.
        lagian, saya orangnya agak cerewet, jadi maklum deh😀

        • #7 by ayomendidik on 8 2011, 2011 - 22:08

          😀 😀 😀 oke deh

  5. #8 by marifatul on 12 2011, 2011 - 13:51

    he he, jauhkan diri dari pacaran.yg da pacaran,stop ya langsung nikah aja…..he he, yang da pernah pacaran..tobat dong jgn ngomong doang…

  6. #10 by Farah on 20 2011, 2011 - 12:39

    like it🙂

    • #11 by bchree on 20 2011, 2011 - 13:48

      semoga dilaksanakan, kalau ngak tak laporin ke ma2 dan pa2 …. heeeee

  7. #12 by achoey el haris on 16 2011, 2011 - 09:58

    Jujur, saya dulu tukang pacaran
    Tapi akhirnya saya mengakui bahwa saya seringkali nyaris terjerumus hal yang gak boleh
    Akhirnya berhenti deh
    Butuh waktu lama tuk bertahan dan bisa menjomblo
    Akhirnya saya menikah dengan seorang gadis yg belum pernah “pacaran”
    Alhamdulillah

  8. #13 by gerhanacoklat on 15 2010, 2010 - 13:14

    wah wah ini postingannya berat
    sebenarnya pacaran itu adalah budaya yang dimulai dari sejak manusia pertama diciptakan karena perempuan dan lelaki memiliki rasa ketertarikan
    pacaran itu tak ada dalam peraturan agama manapun memang tapi sebenarnya ada gunanya juga selama masih dalam norma dan batas etika kesopanan
    karena dengan pacaran pasangan mampu mengenal sifat2 satu sama lain
    tapi untuk hubungan suami istri tentulah dilarang
    jadi kembali kepada diri masing-masing mana yang baik dan buruk silakan memilihnya

    • #14 by bchree on 15 2010, 2010 - 21:36

      he…. he …. he…. pinter juga yach dalam berdebat, sy suka komentarnya
      tapi …… hem .. hem … hem maaf yach
      gimana pun, apapun, siapapun, kalau udah jatuh cintrong apalagi udah ngerasin rindunya ingin bertemu, bahkan saat ada ancaman mau diputus, dunia serasa mau ambruk bruk bruk bruk ….. 2000x. dalam kondisi kritis seperti ini jarang ada hati yang kuat . so, jika si hidung belang beraksi, raiblah sangibu eh sang cewek dilahabnya. apa lagi di jaman yang serba bebas dan buka2 an seperti ini , di mana rasa MALU udah malu-maluin … engeri mbak …. tapi mungkin kembali ke TEBALnya pemaham seseorang terhadap agamanya kali yech … okelah terima kasih udah koment, sy tunggu komen yang lain …….

    • #15 by veera on 7 2011, 2011 - 12:39

      kayaknya ga dari manusia pertama deh -,-
      kalo punya rasa ketertarikan, emang sejak manusia pertama itu ada, sampe keturunan nabi adam (qabil dan habil) aja (maap, bahasa kasarnya) “rebutan cewek”. Tapi bukan buat dipacarin. Buat dinikahin. Abis nikah juga banyak waktu kok, buat mengenal sifat-sifat pasangan. Kalo udah tau pas pacaran, jadi gak seru kalo nikah. Soalnya ga ada lagi yang bisa dibahas. Gabisa terus-terusan penasaran juga, soalnya udah tau semuanya…

      • #16 by bchree on 7 2011, 2011 - 18:26

        😀😀😀😀 ****deal****

  9. #17 by PULSA MURAH on 13 2010, 2010 - 05:51

    asyik seh pacaran asal jangan kebablasan

    • #18 by bchree on 14 2010, 2010 - 09:58

      haaaa ….. masih ngotot aja yach …. awas ngak tahan trus kebablasan …. kacau … jangan main api deh. karena sering ada tabung elpiji meletus kwkwkwk NGAK NYABUNG YACH. TRIMS komentarnya

  10. #19 by eL on 4 2010, 2010 - 09:40

    mantap pak guru..dan banyak jg lho pengalamanku punya temen2 yg td nya komit untuk gak pacaran,tp karena beda lingkungan lg lalu berubah melanggar komitnya sedniri,trus pacaran deh..ck ck ck..sangat disayangkan..semoga dosa2 qt diampuni ya olehNya,amiiin

    • #20 by bchree on 5 2010, 2010 - 13:58

      semoga selalu menjadi lebih baik, semoga kita terhindar dari dosa-dosa, trims atas kesepahamanya ….

    • #21 by veera on 7 2011, 2011 - 12:41

      insyaallah, kalo udah mantep, gabakal ngerubah komitmen…🙂

  11. #23 by Asop on 3 2010, 2010 - 13:16

    Pacaran habis nikah deh…🙂

    • #24 by bchree on 5 2010, 2010 - 13:57

      pacaran habis nikah nikmat luar biasa, bebas sebebas-bebasnya plus dapat pahala lagi heee

  12. #25 by saheen on 29 2010, 2010 - 14:49

    smoga yg pernah merasakan indahnya berPACARAN segera minta ampun kepada-Nya, dan konsekwen dg taubat yg dilakukannya.

  13. #27 by Ceritaku Suka-Suka on 28 2010, 2010 - 12:33

    Orang tua memang seharusnya berperan besar dalam hal ini. Sebagai sesama, kita hanya mengingatkan sebata kemampuan, itu memang penting😀

    • #28 by bchree on 28 2010, 2010 - 18:57

      benar mas …
      kita mencoba sekuat yang kita bisa. Saling mengingatkan!
      HIDAYAH tetap dari Allah.

  14. #29 by internet | techno blog on 28 2010, 2010 - 10:25

    wkwkw wah saya g original neh udah ngelamar anak gadis orang😀

    • #30 by bchree on 28 2010, 2010 - 18:55

      wah da di coba ta …. wkwkw ??!!! payah belum2 percobaan. Setelah akad aja biar dapat pahala berlipat-lipat wkwkw

  15. #31 by Nai on 27 2010, 2010 - 16:24

    ….. Masya Allah …..

    Semoga senantiasa ada perlindungan untuk kita semua, agar tidak terjebak dalam hal yang demikian, aamin ya rabbal’alamin, ^^

    • #32 by bchree on 27 2010, 2010 - 20:51

      amiin, mari lebih hati2 yach

  16. #33 by ●●●ЄЯШЇЙ●●● on 27 2010, 2010 - 00:50

    semoga empunya blog, tidak seperti guru yang tertulis di atas:mrgreen:

    Salam..

    • #34 by bchree on 27 2010, 2010 - 20:51

      heeeee …. semoga mas

      • #35 by bchree on 30 2010, 2010 - 21:23

        eh salah, semoga mbak heeeee

  17. #36 by agusnuramin on 26 2010, 2010 - 22:04

    hho hho cinta cinta ko sama tulisan pekan ini, cinta mnrut ane sob ni ada tiga cinta romantis, cinta sejati, cinta birahi.. tuk pnjelasannya ada di blogku.. hha hha

    • #37 by Bhcree on 26 2010, 2010 - 22:08

      kok sama temanya???
      wah sehati kali yach
      ………………………..
      OK meluncur ke TKP

  1. [Al-Yaum 137] Ujian! | My Love, My Life !

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: