ASYIKNYA Lihat Filem dan Gambar PORNO

ASYIKNYA Lihat Filem dan Gambar PORNO

S

ecara lahiriah manusia dicipatakan bukan hanya berakal namun juga Allah memberikan bekal nafsu. Berkata tentang nafsu yang paling menarik bagi kita adalah nafsu birahi. Mendengar kata birahi saja otak kita sudah mulai menguak berbagai kemungkinan, jantung kita sudah berdebar lebih cepat. Nafsu yang satu ini semua orang pasti memiliki. Secara normal nafsu ini akan muncul lebih jelas saat usia remaja (baliq), namun hal ini bisa dipercepat dari pengaruh lingkungan yang lebih cepat matangnya organ reproduksi. Filem dan gambar porno adalah faktor terbesar yang membuat organ reproduksi segera matang. Semakin matang maka pola fikirpun sudah mulai berfikir “aneh” dan sering mengarah ke hal-hal birahi.

Hal yang mengejutkan bagi kita adalah prestasi anak negeri yang menoreh tinta emas di arena olimpiade matematika dan sains. Namun di sisilain tak kalah mengejutkan bahwa Negara kita juga meraih juara  dan berada di rengking golongan atas atau golongan elit dalam membuka situs porno. Belum lagi berita terbaru yang dilakukan oleh mirip artis-artis kita yang ikut membuat goresan sehitam arang di negeri ini. LUAR BIASA tercorengnya negeri kita yang nota beneh mayoritas penduduknya agamis dan dengan kebanggaan lima sila PANCASILA.

Adik-adik kita yang masih bau kencur, masih lugu, masih belum matang sudan tercemari kesucian fikiranya akibat dari tidak bijaksananya kita sebagai orang yang lebih tua. Baik itu pengedar filem dan gambar porno, warnet-warnet yang memfasilitasi dengan file-file panas, bahkan orang-orang yang memang memliki misi untuk merusak moral bangsa, atau yang lebih DURJANA lagi orang BODOH yang bangga menunjukkan keAsyikanya lihat filem dan gambar porno di depan anak generasi bangsa.

Efek negatife dari asyiknya lihat filem dan gambar porno antara lain :

1. Membuat buta mata hati dan cenderung berbuat hina

2. Merendahkan martabat ibu (wanita)

3. Lepasnya rasa malu dari kehidupan

4. Pekerjaan atau study jadi kacau

5. Kecanduan dan ingin terus melihat

6. Mengurangi daya ingat

7. Bagi yang berkeluarga cenderung malukan hubungan intim yang tidak normal (tidak sewajarnya) bahkan sering terjadi penganiyaan terhadap istri, bahkan tingkat selingkuh meningkat

8. Timbulnya berbagai penyakit mematika

9. Moral Bangsa jadi hancur

10. Jauh dari agama (tuhan)

Kita harus ingat bahwa setiap apa yang kita lakukan pasti akan dikembalikan seperti perlakuan kita sebelumnya. Jika kita terus asyik melihat filem dan gambar porno, tunggu saja kehancuran dan kesulitan hidup sudah pasti menunggu anda.

Hal yang terbaik bagi kita adalah memperbaiki diri sendiri, katakan tidak untuk menikmati asyiknya melihat filem dan gambar porno. Sebarkan bau harum dari mulut anda untuk membimbing dan ikut bertanggung jawab terhadap mental masyarakat kita. Jangan mengeluarkan bau busuk pornografi dari mulut anda, jangan bangga menjadi bagian pemain pornografi seperti saudari-saudari kita yang suka pamer “kemaluannya di jalan-jalan” baik itu berpaiakan ketat atau pakaian serba mini. Sekali lagi jangan bangga menjadi bagian dari pencemar nama baik bangsa dan agama kita. Sudah saatnya kita sadarkan semua anak cucu kita. Bagaiman dengan bapak atau ibu kita yang sudah dan masih terbaui dengan asyiknya lihat filem dan gambar porno?. Ingatkan saja, keranda mayat sudah menuju rumah anda!. (bchree) 22 August 2010

  1. #1 by Asop on 16 2010, 2010 - 22:43

    😥 Hidup di jaman lebih susah ketimbang di jaman dulu ya…😦 Banyak godaannya….

    • #2 by bchree on 18 2010, 2010 - 10:43

      bener mas ….. apalagi sekarang tidak hanya gambar dan film porno, di jalan2 juga banyak yang suka PORNO . gawattttttttt ni bangsa …??

  2. #3 by ummahat on 25 2010, 2010 - 16:22

    blh berbagi pndapat gk?!blh ya…
    masalah bobrokya moral remaja klo menrutku,gk bisa dong klo kita lgsg menyalahkan orang tua!
    iya sih orang tua mmg madrasah pertama bagi seorang anak, baik buruknya sifat dan prilaku orang tua jg menentukan baik buruknya sifat dan prilaku anak kelak, krn baiknya bruknya sseorng jg tergantung pd lingkungannya, khususnya lingkungan kluarga.
    tp seiring perkembangannya, anak akan mndpat pengaruh yg lbh besar dari seorang teman!
    jadi, tdk hnya orang tua yg hrs disalahkan, tp qt sndri yg hrs introspeksi dirii, mgkn qt yg krg bisa menyeleksi dlm memilih teman. krn teman yg baik kn jg bisa mmbuat qt jg baik?! bnyak kan contohnya, anak yg baik pdhl orang tunya buruk. tempramen orang tua bisa menurun ke anak, tp dosa gk bisa…

    • #4 by bchree on 26 2010, 2010 - 23:36

      wah, anti pasti anak yang soleha yaaa…. kelihatanya berbakti banget ama abi dan umi’, ya q salut juga ….

  3. #5 by bchree on 24 2010, 2010 - 16:23

    betul sekali, ana setuju ….

  4. #6 by Ali Reza on 24 2010, 2010 - 15:40

    Remaja yg “merusak” moral bangsa, boleh kan kalau kita menyalahkan orang tua? Keluarga menjadi madrasah pertama. Kalau orang tua sudah rusak, maka bisa-bisa menjadi “dosa” keturunan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: