SENYUM dan KEPERCAYAAN GURU obat dari “kebodohan” siswa

SENYUM dan KEPERCAYAAN GURU

obat dari “kebodohan” siswa


Sudah hampir 6 minggu saya bersama siswa kelas V. Paradigma yang berbeda aku alami. Setahun yang lalu aku melihat mereka penuh dengan pesimis. Dari wajah dan perangai mereka yang kelihatan binal dan liar membuat keragu-raguan akan keberhasilan tahun ini.  Dari 26 siswa hanya ada 9 siswa perempuan. Artinya lebih banyak anak laki-laki yang nota bene mereka anak-anak desa gunung tulen. Yang jauh dari buku, jauh dari keramaian pendidikan kota, jauh dari semangat dan persaingan belajar sekolah berstandar internasional atau bilingual.

Meski hampir terhitung 6 minggu waktu belajar efektif, secara matematika aku hanya sekitar 2 minggu bertatap muka bersama mereka. Kerena sebelumnya aku mendapat tugas untuk Diklat Guru Pemandu Matematika di Yogyakarta selama 2 minggu dan kegiatan efektif dihabiskan oleh persiapan kegiatan Agustus dan awal puasa ramadhan. Aku mulai intropeksi diri, mencari sisi lemah pada sudut pemikiranku. Akhirya aku sadar untuk merubah orang lain seperti yang kita inginkan kita harus mampu merubah diri kita sendiri, terutama memperbaiki lintasan-lintasan yang ada dalam fikiran kita. Paradigma itu, kini menjadi keyakinan bahwa mereka juga manusia yang ingin hidup lebih layak, hidup bahagia seperti orang lain. Aku hanya ingin membuat mereka percaya bahwa aku percaya mereka bisa berhasil. Aku katakan pada mereka pada awal pertemuan bahwa kita akan berhasil di akhir tahun nantinya. Bahkan saat besar nanti kalian akan menjadi orang-orang yang dapat di banggakan.

Waktu 2 minggu ini merupakan waktu yang luar biasa aku dapatkan. Terutama saat memasuki hari efektif fakultatif. Kelas memang saya setting berkelompok. Target saya adala kecerdasan  berbahasa dan kecerdasan intrapersonal serta interpersonal mereka mapan.

Sungguh luar biasa, mereka tidak seperti apa yang saya sangka dulu. Mereka memberikan hal yang luar biasa bagi saya. Setiap kepercayaan yang saya berikan kepada mereka, bisa dilahap habis setiap hal yang aku targetkan. Berikut beberapa hal yang mereka lakukan dalam hari-hari terakhir :

Presentasi hasil kerja kelompok

Setiap siswa tanpa terkecuali mampu berbicara di depan kelas menyampaikan hasil kerja meskipun dengan bahasa yang terbata-bata. Tanpa malu-malu dan sadar mereka maju dan menyampaikan dengan bahasa mereka.

Pendengar yang baik

Saat ada guru atau teman lain berbicara di depan kelas, mereka dengan serius memperhatikan dan mencerna setiap apa yang dikatakan penyaji. Mereka mampu menghormati orang lain yang sedang berbicara adalah hal yang luar biasa untuk memupuk rasa toleransi.

Mampu bertanya

Orang yang hebat bukan orang yang mampu menjawab, tapi orang yang hebat adalah orang yang mampu bertanya. Inilah kata-kata yang saya sampaikan kepada mereka. Akhirnya, mereka antusias membuat kalimat tanya dan menyampaikan pertanyaan itu kepada orang lain.

Menikmati Budaya Antri

Bukan hanya saat mengumpulkan tugas atau ingin mendapatkan nilai, tapi saat mau masuk ke musholah untuk melaksanakan sholat dhuha mereka juga bisa antri. Hal ini mungkin tidak kita temui di daerah pedesaan, namun mereka mampu melakukan.

Pembaca yang budiman, saya yakin anda sepaham dengan saya bahwa setiap siswa layak menjadi orang yang sukses. Mereka juga punya potensi yang luar biasa. Tinggal bagai mana kita sebagai guru dan orang tua yang mengolah mereka menjadi lebih baik lagi. Demikian hal-hal yang saya dapatkan dari KEPERCAYAAN dan SENYUMAN KEBANGGAAN kepada mereka, meski saya tahu berbagai keterbatasan ada pada diri mereka. Namun dalam benak yang paling dalam “KAU NANTINYA PASTI JADI ORANG YANG BERGUNA dari pendidikan ini”. Semoga sepenggal cerita hari ini mampu meningkatkan semangat kita sebagai guru.

  1. #1 by hardichildpee on 24 2010, 2010 - 15:44

    jadi inget guru kesayangan saya waktu di madrasah.😀
    sedih campur merinding baca “Aku hanya ingin membuat mereka percaya bahwa aku percaya mereka bisa berhasil” ternyata itu yang selama ini di pikirkan oleh setiap guru.
    trimakasih atas tulisannya.
    dan terimakasih kepada setiap guru.🙂

    • #2 by bchree on 24 2010, 2010 - 16:22

      mas!, guru mas yang dulu pasti lebih hebat dari pada saya. saya hanya guru desa kok….. perlu kita ingat “Semua orang ingin dihargai, ingin diakui, ingin sukses, dll. dan setiap manusia pasti pernah salah. jadi hal terbaik adalah terus perbaiki diri serta perlakukan orang lain seperti kita ingin diperlakukan”.

      • #3 by hardichildpee on 24 2010, 2010 - 17:43

        tidak ada kata hebat dari sebuah niat baik,yang ada hanya ketulusan.
        yang namanya guru tetap saja guru,tidak ada perbedaan yang beda hanya situasi dan kondisi…..

        oiya,jangan panggil mas dong,saya masih bau kencur,yang harusnya masih jadi murid bapak🙂 maaf ya kalo saya mampir di blok ini terus,abis saya seneng sih,bloknya bagus…..

        • #4 by bchree on 25 2010, 2010 - 12:45

          ngak pa2. saya juga senang kok …

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: